Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Nekonomi, Kecintaan pada Kucing Berhasil Gerakkan Roda Perekonomian Jepang hingga Triliunan Yen

Susi Susanti , Jurnalis-Senin, 13 Maret 2023 |15:23 WIB
<i>Nekonomi</i>, Kecintaan pada Kucing Berhasil Gerakkan Roda Perekonomian Jepang hingga Triliunan Yen
Ilustrasi kucing (Foto: Dokumentasi pribadi Conrado Borelli)
A
A
A

Industri terkait kucing

Perusahaan keuangan R&C Co mewawancarai 3.000 pemilik kucing pada akhir Desember 2022 dan menemukan bahwa rata-rata biaya perawatan hewan adalah 2,64 juta yen (Rp27,7 juta) selama 15,6 tahun hidup berdasarkan rata-rata yang diperkirakan oleh Asosiasi Makanan Hewan Peliharaan Jepang.

“Dengan penelitian ini, kami ingin membantu mengurangi jumlah kucing yang terlantar karena alasan ekonomi. Dengan mengetahui pengeluaran yang harus disiapkan, orang-orang bisa secara sadar memutuskan apakah akan memelihara hewan tersebut atau tidak,” terangnya.

Menurut Sumire Shimizu, yang paling memengaruhi “nekonomic” bukanlah kepemilikan hewan, namun industri yang memanfaatkan kegemaran tak bersyarat orang-orang terhadap kucing untuk meraup untung dari situ.

Sumire menyukai anjing berukuran besar, namun karena tidak mungkin memeliharanya di apartemennya di Tokyo, dia akhirnya mengadopsi Harumaki dan Dorayaki, dua kucing yang dia namai berdasarkan makanan Jepang.

Kucing-kucing pertama di Jepang diyakini didatangkan dari Tiongkok selama periode Nara (abad ke-8) untuk memburu tikus.

Dari periode Heian, yakni abad ke-8 hingga ke-12, kucing-kucing ini mulai dianggap sebagai hewan peliharaan, yang digambarkan dalam karya Ukiyo-e dan sastra klasik Jepang, seperti novel “I am a cat” yang ditulis Natsume Soseki.

Pada saat yang sama, anjing-anjing pertama juga tiba di Jepang dari ras Chin, dibawa sebagai hadiah dari penguasa Korea.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement