Ketegangan meningkat ketika sang suami bersikeras agar saudara laki-lakinya dan pengantin barunya bergabung dengan mereka untuk berbuka puasa di hari pertama Ramadhan. Muak dengan kehadiran saudara iparnya yang terus-menerus, dia meminta agar mereka menghabiskan hari sendirian dengan anak-anak mereka. Suaminya tidak setuju dan bahkan berusaha memaksanya untuk mengundang saudara laki-lakinya sendiri.
Menanggapi hal tersebut, sang istri menolak untuk mendengarkan suaminya. Si suami kemudian memintanya segera meninggalkan rumah mereka dan pergi ke rumah keluarganya, mengatakan bahwa dia bukan orang yang baik dan dia akan menceraikannya.
Tiga minggu kemudian, wanita tersebut menerima surat cerai, yang mendorongnya untuk membawa kasusnya ke pengadilan keluarga, meminta hak asuh atas anak-anaknya dan hak-hak yang dia yakini berhak dia dapatkan.
(Rahman Asmardika)