Oleh karena itu, pesawatnya harus mendarat terlebih dahulu di Taipin, Malaya. Hingga pada sore 13 Agustus 1945 mereka mendarat di Singapura, dan keesokan harinya sampai di Bandara Kemayoran, Jakarta.
Sementara itu, tanpa sempat beristirahat, ketiga pemimpin bangsa Indonesia langsung diminta menghadap Gunseikan untuk melaporkan hasil pertemuan di Dallat.
Pada saat itu, pemerintah Balatentara Jepang juga menyampaikan bahwa kemerdekaan Indonesia bergantung pada kesiapan PPKI.
(Nanda Aria)