Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Sepanjang 2023, Gunung Api di Indonesia Sudah Erupsi Sebanyak 13.543 Kali

Binti Mufarida , Jurnalis-Jum'at, 31 Maret 2023 |15:15 WIB
Sepanjang 2023, Gunung Api di Indonesia Sudah Erupsi Sebanyak 13.543 Kali
A
A
A

JAKARTA - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat gunung api di Indonesia mengalami erupsi sebanyak 13.543 kali selama tahun 2023. Dimana awan panas terjadi sebanyak 5 kali dan 17.000 gempa vulkanik.

Kepala Badan Geologi, Sugeng Mujiyanto pun mengatakan saat ini 47 gunung api di Indonesia masih berstatus normal atau level 1. “Kita sampaikan saja, bahwa sampai saat ini kita mempunyai banyak gunung api namun dengan status 47 ini level 1 atau level normal ya, jadi normal ya normal begitu ya biasalah aktivitas biasa,” katanya saat Konferensi Pers secara virtual, Jumat (31/3/2023).

“Kemudian yang level 2 waspada ini ada 17, yang dikategorikan level 2 ini dia ada aktivitas yang memang tidak normal ya yang namanya ada, namun masih masih kecil kira-kira seperti itu,” ungkap Sugeng.

Sementara itu, sebanyak 4 gunung api di Indonesia yang statusnya pada level 3 yakni Gunung Anak Krakatau di Lampung, Gunung Karangetang Sulawesi Utara, Gunung Merapi di DI Yogyakarta dan Jawa Tengah, dan Gunung Semeru di Jawa Timur.

“Kemudian level 3 gunung api ada 4 gunung api yang ini mempunyai potensi ancaman, yang mempunyai potensi ancaman. Kemudian level 4 ini awas, ini yang setiap saat kapanpun itu bisa mengancam jiwa manusia dan pemukiman khususnya dan sudah mempunyai dampak yang yang lumayan. Namun Alhamdulillah sampai saat ini memang belum ada yang di level 4. Semoga tidak ada,” kata Sugeng.

Lebih lanjut, Sugeng meminta kepada masyarakat agar tidak panik jika ada kenaikan status gunung api. “Jadi yang pertama tidak perlu panik, senantiasa mencermati apa yang kami sampaikan kepada publik.”

“Namun kalau ada sesuatu yang lebih mendesak, misalnya ada peningkatan atau penurunan tingkatan khususnya yang itu kita sampaikan secara khusus kepada pihak-pihak terkait yakni BPBD kemudian BNPB kemudian juga pak Gubernur kemudian sampai ke Pak Bupati dan juga sampai ke Kecamatan yang bersangkutan,” tandasnya.

(Khafid Mardiyansyah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement