Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ini Strategi Jitu Sultan HB IX agar Warga Jogja Tidak Dijadikan Romusha

Amelia Hermawan , Jurnalis-Sabtu, 01 April 2023 |02:02 WIB
 Ini Strategi Jitu Sultan HB IX agar Warga Jogja Tidak Dijadikan Romusha
Sultan Hamengku Buwono IX (foto: istimewa)
A
A
A

 

INDONESIA saat ini dikenal dengan bangsa yang merdeka dengan berbagai suku, agama, budaya dan adat istiadat. Namun untuk mendapatkan kemerdekaan bukanlah suatu hal yang mudah. Masyarakat Indonesia harus berjuang keras untuk mendapatkan kemerdekaan. Penderitaan yang dialami menjadikan masyarakat memiliki semangat juang yang tinggi.

Jepang dan Belanda adalah negara yang berhasil menduduki Indonesia. Kedudukan Jepang di Indonesia pertama kali terjadi pada 10 Januari 1942, di Tarakan, Kalimantan Timur. Seiring berjalannya waktu Jepang berhasil memperluas wilayah jajahannya ke seluruh Indonesia, salah satunya yaitu wilayah Yogyakarta.

Saat Jepang berhasil memasuki wilayah Yogyakarta, pemimpin wilayah pada saat itu adalah Sultan Hamengku Buwono IX. Berbagai strategi dilakukan oleh Sultan Hamengku Buwono IX agar rakyatnya tidak merasakan penderitaan yang besar oleh tentara Jepang.

Dalam buku yang berjudul “Tahta Untuk Rakyat : Celah-celah Kehidupan Sultan Hamengku Buwono IX” dituliskan bahwa Sultan membuat beberapa strategi supaya rakyatnya tidak dijadikan romusha.

Sultan berhasil mengelabui Jepang dengan menyembunyikan angka statistik wilayah Yogyakarta. Sultan juga memberikan dua pertimbangan kepada Jepang yang berisikan bahwa Yogyakarta merupakan wilayah yang tandus sehingga menghasilkan hasil pangan yang sedikit.

Tak berhenti sampai disitu, Sultan memikirkan strategi lain. Dengan alasan wilayahnya bisa membantu menyumbangkan hasil bumi untuk tentara Jepang, Sultan berdiplomasi dengan Jepang untuk memberikan bantuannya supaya bisa membangun sarana irigasi. Tak disangka hal ini berhasil, Jepang memberikan dana kepada Sultan untuk membangun saluran irigasi.

Saluran dan pintu air yang dibangun oleh masyarakat Yogya, saat ini dikenal dengan “Selokan Mataram” Kedua proyek ini berhasil membantu wilayah Yogyakarta untuk menekan kekurangan pangan meskipun sebagian hasilnya tetap harus diberikan kepada Jepang.

Dengan adanya strategi ini, Sultan berhasil membuat warga Yogya tidak menjadi romusha. Kedua proyek ini pun menjadi alasan Sultan supaya warganya tidak diminta untuk menjadi romusha.

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement