BLITAR – Sebanyak 26 remaja ABG (anak baru gede) yang belum lama ini terlibat perang sarung atau tawuran di wilayah Srengat Kabupaten Blitar Jawa Timur, “dijebloskan” ke dalam pondok pesantren.
Selama bulan Ramadhan mereka diwajibkan mengikuti program pesantren kilat. Pemkab Blitar bersama Polres Blitar Kota sengaja menjadikan program pesantren kilat sebagai terobosan mengatasi fenomena perang sarung.
“Ini (pesantren kilat) sebagai upaya pembinaan sekaligus menambah pengetahuan di bulan Ramadhan,” ujar Kapolres Blitar Kota, AKBP Argowiyono kepada wartawan.
Perang sarung tiba-tiba menjadi fenomena di mana-mana. Belum lama ini di wilayah Kecamatan Srengat, sebanyak 26 remaja bersiap melakukan aksi perang sarung. Apesnya, belum juga bertempur, persiapan perang sudah tercium aparat kepolisian.