Perintah itu pun diterimanya. Maka Silarong langsung menyusun kekuatan. Sejumlah pasukan dan adipati dikumpulkan untuk menggempur Blambangan. Arak-arakan pasukan Mataram menuju Blambangan pun terjadi. Gelombang pasukan Mataram ini menuju Blambangan dengan melalui Kediri lalu menuju Pasuruan.
Di daerah ini, para bupati daerah pesisiran bersama pasukannya pun sudah menunggu. Maka seluruh pasukan ini kemudian bersama-sama dan serentak menggempur Blambangan. Perang besar pun terjadi. Seluruh warga masyarakat Blambangan banyak yang mengungsi ke pegunungan dan daerah lain akibat perang.
Karena terdesak oleh kekuatan pasukan Mataram, adipati Blambangan pun meminta bantuan ke kerajaan Bali. Bantuan dari Bali pun datang. Pasukan dari Bali ini dipimpin oleh Dewa Lengkera dan Dewa Agung. Lalu sebagai pembantunya adalah Panji Baleleng dan Panji Macan Kuning.
Bantuan dari Bali langsung terlibat dalam peperangan melawan tentara Mataram di depan pintu gerbang kota. Peperangan semakin berkobar. Para tentara dari kedua belah pihak pun saling berguguran. Hingga akhirnya, tentara Mataram berhasil menguasai kota Blambangan. Kota ini telah ditinggalkan oleh penduduknya ke pengungsian.
(Fakhrizal Fakhri )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.