Sebelum diamanahkan menjadi Ketua Pengadilan Tinggi Agama Samarinda, Imron sempat bertugas sebagai Ketua Pengadilan Tinggi Agama Ambon pada Juli 2021 lalu. Dalam perjalanan kariernya di bidang hukum, ia sudah pernah menjadi hakim tingkat pertama selama 21 tahun, kemudian menjadi hakim tinggi selama 7 tahun.
Posisi sebagai Hakim Agung Mahkamah Agung ia inginkan karena termotivasi untuk menjadi bagian dari lembaga peradilan Indonesia yang agung dalam fungsinya sebagai Hakim Agung. Menurut pria kelahiran Gresik, 25 November 1964 ini, posisi Hakim Agung menjadi sangat sentral, baik sebagai role model bagi lingkungan peradilan di bawahnya ataupun melahirkan putusan-putusan yang berdimensi keadilan.
Imron merampungkan pendidikan sarjana di UIN Sunan Kalijaga dengan jurusan hukum syariah. Selanjutnya, ia meneruskan program S2 ilmu hukum di STIH IBLAM dan S3 hukum Islam di UIN Sunan Kalijaga.
3. Lucas Prakoso - Hakim Agung pada Kamar Perdata
Lucas Prakoso menjadi salah satu calon hakim yang telah disahkan DPR sebagai Hakim Agung pada Mahkamah Agung 2022-2023. Ia akan ditempatkan pada kamar perdata. Hal ini relevan dengan pendidikan dan karier yang telah dilaluinya.
Lucas Prakoso menjalani pendidikan sarjananya di Universitas 17 Agustus 1945 Semarang mengambil jurusan Hukum Perdata. Kemudian, ia menempuh pendidikan magister di Universitas Merdeka Malang dengan bidang keilmuan Humaniora. Lucas meneruskan pendidikan S3 Hukum di Universitas Brawijaya.