Kemudian, Hendri Kurniawan melanjutkan, pihaknya mensimulasikan tokoh ini menjadi pasangan calon.
"Ada tiga besar pasangan. Di mana pasangan Gibran dan Dico, mendapatkan tingkat kepeterpilihan tertinggi. mereka paling diudkung dari anak-anak muda di Jateng. Dengan angka 31,8%," jelas dia.
Lalu, pasangan kedua ada Hendrar dan Taj Yasin dengan angka 24,6%. Pasangan ketiga adalah Gibran dan Hendrar.
Dosen FISIP UNDIP Retna Hanani menjelaskan, Gibran dan Dico turun ke politik belum terlalu lama dibandingkan Gus Yasin dan Hendrar. "Apakah ini pertarungan antara popularitas dan track recrd?" ungkap dia.
Menurutnya, anak muda di Jateng juga memiliki indikator berbasis meritokrasi yang cukup lengkap.
Gibran dan Dico, kata dia, mampu memanfaatkan digital sharing melalui sosial media dan mampu membangun image kepemimpinan mereka
"Kenapa veteran politisi seperti Gus Yasin, kemudian veteran birokrat seperti mas Hendri, walaupun ada di dalam benak pemilih, tapi tidak setinggi pemimpin muda yang terjun di dunia politik, mungkin ada faktor popularitas yang lebih dominan di Jateng," jelasnya.
(Arief Setyadi )