JAKARTA – Rekayasa lalu lintas (lalin) menjadi salah satu strategi dalam mengantisipasi kepadatan pemudik di jalur darat, khususnya pada jalan tol.
Juru Bicara (Jubir) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Adita Irawati mengatakan bahwa Polri dan Kemenhub sudah menyepakati untuk menerapkan contraflow dan one way pada tanggal 18-21 April 2023.
“Kemarin sudah diputuskan bahwa akan diberlakukan oleh tanggal 18-21 April, baik itu one way maupun contraflow, jam-jamnya nanti akan disampaikan lebih detail,” kata Adita dalam diskusi Dialektika Demokrasi dengan tema “Menilik Kesiapan Pemerintah Hadapi Mudik Lebaran 2023” di Media Center DPR RI, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (6/4/2023).
Adita menjelaskan bahwa ada yang berbeda tahun ini, di mana tidak semua tol akan diberlakukan one way dan contraflow. Misalnya di Tol Cipularang, karena sudah bertambah ruas jalurnya dari 2 menjadi 4, maka tidak diberlakukan one way, bisa cukup contraflow saja.
“Jadi masih bisa ada satu atau dua lajur yang nanti bisa digunakan oleh saudara-saudara kita yang mau ke arah barat, sisa dua bapak ya. Dan kalau lihat situasional ya mungkin perlu satu, kita lihat situasi. Nanti dari teman teman kepolisian pasti yang akan melihat situasi di lapangan,” ujarnya.
Berbeda dengan Tol Cipali, kata Adita, karena hanya ada 2 jalur dan tidak bisa lagi ditambah, maka harus diterapkan one way. Karena, kalau dijadikan contraflow akan sulit untuk lewat, sehingga berpotensi akan terjadi penumpukan.