Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ogah Repot dan Takut Tak Punya Uang, Separuh Lajang di Jepang Enggan Nikah

Muhammad Fadli Rizal , Jurnalis-Sabtu, 08 April 2023 |16:52 WIB
Ogah Repot dan Takut Tak Punya Uang, Separuh Lajang di Jepang Enggan Nikah
Ilustrasi lajang di Jepang (Foto Freepik)
A
A
A

 

JEPANG - Separuh orang lajang di Jepang berusia di bawah 30 tahun menyatakan diri tak tertarik memiliki anak. Hal itu terungkap dalam survei yang dilakukan perusahaan farmasi Rohto Pharmaceutical Co.

Para responden dalam survei itu mengaku enggan memiliki anak karena beberapa hal. Mereka enggan pusing karena masalah ekonomi, beban melahirkan, dan tugas mengasuh anak.

 BACA JUGA:

Dari 400 responden yang berusia 18--29 tahun, 49,4 persen di antaranya mengatakan bahwa mereka tidak ingin mempunyai anak. Persentase tersebut tertinggi dari tiga survei tahunan yang telah dilakukan oleh Rohto.

Rohto mengatakan apabila dikelompokan berdasarkan gender, ditemukan bahwa 53,0 persen pria dan 45,6 persen perempuan tidak tertarik untuk menjadi orang tua. Mereka mengungkap tak ingin punya anak karena tingginya biaya hidup dan khawatir dengan masa depan Jepang.

Perusahaan yang berbasis di Osaka itu menuturkan hasil survei daring yang dilakukan pada Januari itu muncul setelah data pemerintah menunjukkan bahwa jumlah bayi yang lahir di Jepang turun pada tahun lalu menjadi di bawah 800.000 kelahiran.

Angka tersebut merupakan yang terendah sejak pencatatan kelahiran bayi dimulai pada 1899.

 BACA JUGA:

Jepang memiliki populasi usia tua yang bertambah dengan cepat. Untuk meningkatkan angka kelahiran, pemerintah pada April telah meluncurkan Badan Anak dan Keluarga untuk mengawasi kebijakan anak, termasuk pelecehan anak dan kemiskinan.

Survei perusahaan itu pada 2022 menemukan bahwa 48,1 persen pria dan perempuan menikah, yang ingin memiliki anak, bekerja sama untuk kesuburan pasangan mereka. Survei tersebut melibatkan 800 pasangan menikah yang berusia 25--44 tahun.

Angka tersebut turun signifikan dari 60,3 persen dalam survei pada 2020.

Seorang pejabat Rohto berspekulasi bahwa orang-orang menghabiskan lebih sedikit waktu dengan pasangan mereka karena kehidupan berangsur normal setelah pandemi virus corona.

( Muhammad Fadli Rizal)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement