BLITAR - Mohammad Hatta atau Bung Hatta punya janji pribadi pribadi dengan republik. Ia kekeuh tak akan menikah jika Indonesia belum merdeka. Janji itu ia ucapkan saat masih sekolah di Belanda.
Sebagai muslim yang taat dan pribadi yang teguh pendirian, Hatta memegang janji itu erat-erat.
Komitmen Hatta dengan wanita atau pernikahan, berbanding terbalik dengan teman seperjuangannya: Soekarno. Kala Hatta bertungkus lumus dengan buku-buku dan ide-ide tentang kemerdekaan, Bung Karno sudah tiga kali kawin.
Pertama Soekarno mengawini Siti Oetari, putri H.O.S Tjokroaminoto, yang merupakan bapak kosnya di Peneleh Surabaya. Meski dalam memoarnya Soekarno menyatakan hubungan yang terjalin tak lebih dari kakak adik.
Kemudian, ia mengawini Inggit Garnasih, perempuan sunda, ibu kostnya di Bandung, sewaktu Soekarno masih kuliah di ITB. Lalu, ia menikah dengan Fatmawati, putri seorang tokoh Muhammadiyah.
Meski petualangan cintanya telah jauh, ia tak melupakan Hatta. Soekarno ingat betul dengan ikrar yang pernah diucapkan Hatta. Karenanya tidak lama Indonesia merdeka 17 Agustus 1945, Soekarno berinisiatif mencarikan istri buat Bung Hatta.