Bung Karno memulai penyelidikan ke lingkaran terdekat yang dikenalnya. Ia mendatangi rumah Abdul Rachim, kawannya yang bertempat tinggal di jalan Coopsweg 11 (sekarang Pajajaran) Bandung Jawa Barat.
Ia ingin memastikan gadis yang cocok dibawa Hatta menuju pelaminan. “Gadis mana yang tercantik di Bandung ini?” tanya Bung Karno kepada Anni Rachim, istri Abdul Rachim seperti dikutip dari buku Bung Hatta Pribadinya dalam Kenangan (1980).
Kemudian, disebutkanlah sejumlah nama gadis yang menurut Anni sebagai yang tercantik di Bandung. Olek, putri Dewi Sartika, Meta Sam Joedo, putri seorang dokter yang kesohor di Bandung dan Mieke yang masih kerabat dengan dokter Sam Joedo.
“Kenapa? Ada apa mas tanya-tanya tentang gadis-gadis cantik?”
“Ah, tidak apa-apa. Tanya-tanya kan tidak salah?” jawab Bung Karno.
Beberapa hari kemudian pasca kemerdekaan, Bung Karno kembali berkunjung malam-malam. Kedatangan Bung Karno di rumah jalan Pajajaran ditemani sahabat karibnya, dr Soeharto.
Anni Rachim sempat terheran-heran. Kali ini Bung Karno tidak lagi berbasa-basi. Ia langsung mengutarakan tujuannya bertamu malam-malam.
“Begini,” kata Bung Karno, “saya ingin melamar”.