TASIKMALAYA- Jalur Lingkar Gentong, di Tasikmalaya, Jawa Barat menyimpan banyak kisah saat musim mudik lebaran. Fenomena kemacetan parah hingga kecelakaan lalulintas (lakalantas) pun menjadi momok bagi para pemudik yang melintas di jalur tersebut.
Oleh karena itu, Pemerintah memaksimalkan perisapan mulai dari kualitas infrastruktur jalan hingga mendirikan posko khusus untuk calon pemudik.
Salah satu pihak yang terlibat dalam persiapan menjelang arus mudik di Jalur Lingkar Gentong ini adalah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
Sedikitnya, belasan petugas telah disiagakan sebelum puncak arus mudik yang diprediksi terjadi besok, Rabu (19/4/2023).
Kepada MNC Portal Indonesia, salah satu petugas PUPR, Enjang Saeful Mumin (44), tak sungkan berbagi cerita selama delapan tahun terakhir mengemban tugas kemanusiaan.
"Jalur Gentong merupakan jalur tengkorak ya, makanya kita mengimbau para pengguna jalan untuk berhati-hati, disini kan turunan sama tanjakannya curam banyak kecelakaan maut disini. Ya disarankan saat tanjakan untuk menghindari mobil-mobil besar," tutur pria asal Desa Cibahayu, Kadipaten, Tasikmalaya itu, Selasa (18/4/2023).
Melihat jenazah tak lazim karena kecelakaan, bagi Saeful sendiri merupakan rutinitas sehari-hari. Mengingat, Jalur Lingkar Gentong terkenal dengan daerah rawan lakalantas.
"Ya kalau menolong korban selamat kita langsung bawa pakai mobil dinas lapangan kita ke Puskesmas terdekat. Untuk yang meninggal juga kita nggak segan-segan untuk langsung menolong meskipun mohon maaf ya kondisinya hancur," ucapnya.
Sebagai manusia biasa, Saeful mengaku masih memiliki rasa takut saat mengevakuasi korban lakalantas. Namun, ia menyadari bahwa tugasnya sangat dibutuhkan oleh banyak orang khususnya korban kecelakaan di Jalur Gentong.
"Kalau rasa takut itu kan manusiawi kan meskipun kita udah terbiasa nolongin sampai yang hancur juga tetap aja," kata dia lagi.