Padahal bayi tersebut masih hidup dan tersembunyi di balik dedaunan. Lantaran merasa bersalah, Dewi Andongsari bunuh diri di Gunung Ratu.
Bayi tersebut kemudian ditemukan Ki Gede Sidowayah seorang pamong desa. Ia juga mengubur jasad wanita cantik itu beserta kucing dan musang yang telah mati.
Ki Gede Sidowayah menitipkan bayi Dewi Andongsari itu kepada adik perempuannya, Janda Wara Wuri di Modo. Seiring waktu, anak Dewi Andongsari itu dijuluki Joko Modo (seorang jejaka yang berasal dari Modo).
Joko Modo dibawa Ki Gede Sidowayah ke Malang saat beranjak dewasa. Ia dijadikan prajurit Majapahit dan nantinya menjadi mahapatih dengan nama Gajah Mada.
Kondisi komplek makam Dewi Andong Sari terlihat rapi setelah dipugar. Selain itu, ada dua tempat semacam pendopo kecil untuk beristirahat pengunjung. Sedangkan kuburan kucing condromowo dan garangan putih (musang) terletak di atas tanah tepat di samping makam.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.