Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Bung Karno, Sokong Romusha demi Indonesia Merdeka Meski Hatinya Remuk

Arief Setyadi , Jurnalis-Kamis, 20 April 2023 |02:01 WIB
Bung Karno, Sokong Romusha demi Indonesia Merdeka Meski Hatinya Remuk
Soekarno (Foto: Ist)
A
A
A

SOEKARNO mengakui hatinya remuk bila mengingat soal romusha. Ratusan ribu nyawa rakyat Indonesia melayang dengan cara mengenaskan.

Mereka yang begitu mencintai Bung Karno meregang nyawa karena sistem kerja paksa yang kejam di zaman pendudukan Jepang.

Dalam biografi ‘Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia’ yang ditulis Cindy Adams, Bung Karno lah yang ditugaskan Jepang untuk mendata bahkan merayu rakyatnya untuk ikut kerja paksa.

Bung Karno mengetahui para romusha yang dikirim ke Burma, hampir 99 persen mati. Bapak Proklamator itu pun menangis dalam hati.

Mereka yang dikirim ke Burma ada yang mati kelaparan, mati disiksa, mati dipenggal kepalanya. Kemudian, ada juga yang mati di dalam gerbong kereta tertutup yang berisi ribuan romusha. Mereka dipaksa bekerja hingga tinggal kulit pembalut tulang.

"Sesungguhnya akulah –Sukarno– yang mengirim mereka kerja paksa. Ya, akulah orangnya. Aku menyuruh mereka berlayar menuju kematian. Ya, ya, ya, ya akulah orangnya. Aku membuat pernyataan untuk menyokong pengerahan romusha. Aku bergambar dekat Bogor dengan topi di kepala dan cangkul di tangan untuk menunjukkan betapa mudah dan enaknya menjadi seorang romusha," kata Bung Karno. 

"Dengan para wartawan, juru potret, Gunseikan –Kepala Pemerintahan Militer- dan para pembesar pemerintahan aku membuat perjalanan ke Banten untuk menyaksikan tulang-tulang-kerangka-hidup yang menimbulkan belas, membudak di garis-belakang, itu jauh di dalam tambang batubara dan tambang mas. Mengerikan. Ini membikin hati di dalam seperti diremuk-remuk,”

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement