"Ketika saya membuka pintu, saya melihat ada banyak kekacauan di dekat kantor. Mereka (massa) juga bergerak menuju asrama. Saya ketakutan dan bersembunyi di bawah tempat tidur,” lanjutnya.
Api memusnahkan perpustakaan dan semua yang ada di dalamnya, termasuk 250 buku tulisan tangan, dokumen sejarah, dan perabotan antik.
Perpustakaan ini banyak digunakan oleh para siswa madrasah. Sekitar 500 siswa belajar di sini, dengan 100 orang tinggal di asrama. Tetapi mereka tidak berada di dalam gedung karena kelas telah dihentikan karena Ramadhan.
“Kerusakan yang terjadi pada bangunan dan furnitur bisa diperbaiki. Tapi hilangnya ilmu dan warisan budaya bersifat permanen,” kata Syed Saifuddin Firdausi, seorang cendekiawan Islam yang merupakan presiden dari Soghara Trust yang mengelola madrasah tersebut.
Dia mengatakan bangunan itu juga menjadi sasaran sebelumnya, pada tahun 2017, mendorong polisi untuk memberikan perlindungan selama setahun.
Madrasah ini dibangun oleh seorang perempuan bernama Bibi Soghara untuk mengenang mendiang suaminya, Abdul Aziz. Awalnya dibangun di kota Patna pada 1896 dan kemudian dipindahkan ke Bihar Sharif.
Bibi Soghara juga menyumbangkan hartanya - termasuk 14.000 hektar tanah - untuk amal. Dia mendirikan perwalian untuk memastikan pendapatannya digunakan untuk memberikan pendidikan dan bantuan lain kepada orang miskin.