Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah Ki Ageng Pengging yang Memilih Mati Daripada Menghadiri Pengukuhan Sultan Demak

Solichan Arif , Jurnalis-Minggu, 23 April 2023 |08:15 WIB
Kisah Ki Ageng Pengging yang Memilih Mati Daripada Menghadiri Pengukuhan Sultan Demak
Ki Ageng Pengging/Foto: Istimewa
A
A
A

Sampai Sunan Kudus datang sendiri mewakili Sultan Trenggono, Ki Ageng Pengging tetap bersikukuh menolak datang ke Demak. Ia tahu risikonya. Menolak keinginan raja sama halnya dengan makar.

Dan hukuman bagi seorang pemberontak adalah mati. Ki Ageng Pengging meminta Sunan Kudus tidak ragu melaksanakan tugasnya, menjatuhkan hukuman mati.

“Laksanakan saja tugasmu ini dengan baik, sesuai kesepakatan awal antara Dimas (Sunan Kudus) dengan Sultan Trenggono,” kata Ki Ageng Pengging seperti dikutip dari Jalan Gila Menuju Tuhan.

Sebelum eksekusi dilakukan, terjadi percakapan antara keduanya tentang rahasia hidup dan kematian. Sunan Kudus meminta Ki Ageng Pengging memperlihatkan ilmu seperti apa mati di dalam hidup.

Ki Ageng Pengging yang terkenal sakti itu, hanya tersenyum. Sejurus kemudian, dimintanya Sunan Kudus menusukkan sebilah keris kecil ke sikunya. Tusukan itu membuat Ki Ageng Pengging tiba-tiba tergolek lemas, namun bibirnya tetap tersenyum.

Dengan didahului salam, mata Ki Ageng Pengging terkatup rapat. Nafasnya berhenti. Nyawa ayah Jaka Tingkir itu telah melayang. Sejarah kembali terulang, di mana ayah Ki Ageng Pengging, yakni Andayaningrat tewas di tangan Sunan Ngudung, ayah Sunan Kudus.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement