Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Puncak Arus Balik Lebaran, Begini Rekayasa Lalu Lintas Jalur Tol Antisipasi Kemacetan

Binti Mufarida , Jurnalis-Senin, 24 April 2023 |10:34 WIB
Puncak Arus Balik Lebaran, Begini Rekayasa Lalu Lintas Jalur Tol Antisipasi Kemacetan
Ilustrasi (Foto: Dok Jasamarga)
A
A
A

JAKARTA - Puncak arus balik usai perayaan Idulfitri 1444 Hijriah diperkirakan akan terjadi dua periode yakni pada tanggal 24-25 April dan 30 April-1 Mei 2023. Untuk itu, sejumlah rekayasa lalu lintas terus dilakukan untuk mengantisipasi kemacetan akibat tingginya volume kendaraan yang masuk ke Ibukota atau Jakarta dan sekitarnya.

Bahkan, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy memprediksi akan ada 203 ribu kendaraan yang masuk ke Ibukota Jakarta pada puncak arus balik nantinya. Dia pun mengajak masyarakat agar kembali ke Jakarta tidak pada puncak arus balik untuk mencegah kepadatan.

Dia menjelaskan pemerintah telah menyiapkan strategi dalam mengantisipasi arus balik lebaran mulai dari sosialisasi kepada masyarakat hingga penerapan rekayasa lalu lintas seperti saat arus mudik lebaran.

“Semua pihak yang terlibat harus menggencarkan sosialisasi anjuran untuk perjalanan balik pada arus balik nanti, seperti halnya yang dilakukan secara masif di arus mudik untuk menganjurkan masyarakat mudik lebih awal, yang berhasil memecah kepadatan puncak arus mudik,” kata Muhadjir dalam keterangan resminya, Senin (24/4/2023).

Ini rekayasa lalu lintas jalur Tol saat puncak arus balik:

- Menambah jumlah lajur di Gerbang Tol Cikampek Utama menjadi 32 lajur dengan mengoptimalkan kapasitas lajur contraflow.

- Mengarahkan pengguna jalan dari pantura menuju Jakarta via Tol Jakarta-Cikampek atau sebaliknya melalui Gerbang Tol Cikampek (KM 72) dan Gerbang Tol Kalihurip (KM 68).

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement