Karya yang ditelurkan di dunia Islam juga tak sedikit. Bahkan, pemerintah Arab Saudi, Mesir dan Suriah, memberikan gelar kehormatan kepadanya Sayid Ulama Al-Hedjas, Mufti, dan Fakih.
Ada sekitar 115 buah kitab karya Syekh Nawawi. Sedangkan sumber lain menyebut 99 buah kitab dari berbagai disiplin ilmu.
Tokoh lainnya yang juga bermukim di Arab Saudi adalah Syekh Ahmad Khatib Minangkabau (1860-1916). Ia terkenal di Negeri Hijaz dan bermukim di Makkah selama 10 tahun. Kala itu, merangkap sebagai guru besar di Masjidil Haram.
Banyak buku yang ditulisnya. Di antara muridnya adalah KH Ahmad Dahlan (pendiri Muhammadiyah), Haji Abdul Karim Amarullah (ayah Buya Hamka), dan H Mahmud Ismail Djambek.
Kemudian, ada Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari (1710-1812). Ia terkenal dengan karya bukunya fiqih Perukunan Melayu yang menjadi pegangan selama 200 tahun. Dirinya juga seorang tokoh ilmu fiqih, tasauf dan falak.
Syekh Muhammad Arsyad belajar pada Syekh Abdurahman al-Misri, seorang ulama Mesir yang mengajar di Jakarta. Al-Misri mengawini salah satu putera Syekh Djunaid al-Betawi. Ia wafat di Jakarta dan dimakamkan di Petamburan, Jakarta Barat.