Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Terjadi Bentrokan Pasca-Pembacaan Proklamasi, Begini Cara Soekarno Meredakan Situasi

Novia Adristi Zhafira , Jurnalis-Jum'at, 28 April 2023 |07:08 WIB
Terjadi Bentrokan Pasca-Pembacaan Proklamasi, Begini Cara Soekarno Meredakan Situasi
A
A
A

Pada 17 Agustus 1945, Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia resmi dibacakan oleh Soekarno yang dilaksanakan di Jalan Pegangsaan Timur No.56. Hatta dan sejumlah pemuda turut hadir menyaksikan proses pembacaan proklamasi.

Perasaan haru dan bahagia terpancar saat lagu Indonesia Raya dikumandangkan. Meski tanpa diiringi musik, namun hampir semua pihak yang hadir ikut mengucurkan air mata bahagia karena terbawa suasana.

Dikutip dalam buku “Soekarno Fatmawati Sebuah Kisah Cinta Klasik” yang ditulis oleh Adhe Riyanto, setelah pembacaan proklamasi, alih alih situasi menjadi tenang, namun yang terjadi malah situasi Jakarta menjadi terancam.

Hal itu disebabkan oleh adanya bentrokan diantara laskar rakyat dan pemuda melawan pasukan Jepang. Soekarno pun berusaha mencari cara supaya situasi Jakarta tidak menjadi semakin gawat.

Menurut pemuda, meski berita kemerdekaan sudah menyebar namun rakyat belum melihat adanya perubahan. Akhirnya, pada 19 September 1945, Soekarno berpidato di Lapangan Ikada, Jakarta. Acara ini dihadiri ribuan rakyat yang memekikkan teriakan, “Merdeka! Merdeka!”.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement