NEW YORK - Militer Amerika Serikat (AS) telah melacak objek terbang lain di atas Samudra Pasifik.
Hal ini dilaporkan NBC News pada Senin (1/5/2023) mengutip tiga pejabat AS yang tidak disebutkan namanya. Apa yang digambarkan sebagai "balon misterius", telah terbang di atas Hawaii dan saat ini menuju ke Meksiko.
Pejabat anonim itu mengatakan kepada NBC, apa sebenarnya objek itu, atau milik siapa, masih tidak jelas. Jalur penerbangannya di atas pulau-pulau tersebut tidak melewati wilayah militer yang “sensitif”.
Pentagon telah melacak objek tersebut sejak "akhir minggu lalu", dan militer yakin itu tidak menimbulkan ancaman bagi lalu lintas udara atau keamanan nasional AS.
Menurut seorang pejabat, balon yang dicurigai tampaknya tidak sedang bermanuver, atau mengirimkan sinyal apa pun.
AS masih berupaya mengidentifikasi objek dan pemiliknya. Militer dilaporkan tidak percaya jika balon itu berasal dari China.
Seperti diketahui, balon lain di wilayah udara AS ini datang hampir tiga bulan setelah militer Amerika menembak jatuh "balon mata-mata China" di lepas pantai Carolina Selatan. Objek itu pertama kali terlihat di Montana utara, memicu kekhawatiran tentang Beijing yang memata-matai silo nuklir AS. Perintah untuk menembak jatuh datang hanya setelah terbang melintasi seluruh benua AS, dan turun ke tempat yang bisa dijangkau jet angkatan udara.
Menurut ketiga pejabat anonim itu, balon itu dipiloti dari jarak jauh sehingga China dapat melakukan "beberapa lintasan" di situs tertentu untuk mengumpulkan sinyal intelijen, dan dipercepat setelah ditemukan sehingga akan keluar dari wilayah udara AS lebih cepat.
Beijing menggambarkan balon itu sebagai penyelidik cuaca yang menyimpang dari jalurnya, membantah semua tuduhan bahwa balon itu digunakan untuk memata-matai, dan menuntut pengembalian puing-puing yang ditemukan AS. China juga menuduh AS "bereaksi berlebihan" terhadap objek terbang tersebut.
Kehebohan atas "balon mata-mata" menyebabkan AS dan Kanada menembak jatuh beberapa objek udara lagi pada Februari lalu. Salah satunya ternyata adalah balon mainan milik warga Michigan, yakni perangkat seharga USD200 yang dikirim untuk mengelilingi dunia untuk bersenang-senang. Rudal Sidewinder yang digunakan untuk menembak jatuh menelan biaya setidaknya USD470.000.
(Susi Susanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.