Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Diburu 600 Polisi, Pelaku Penembakan Massal Serbia Akhirnya Tertangkap

Rahman Asmardika , Jurnalis-Jum'at, 05 Mei 2023 |14:31 WIB
Diburu 600 Polisi, Pelaku Penembakan Massal Serbia Akhirnya Tertangkap
Ilustrasi. (Foto: Reuters)
A
A
A

BEOGRAD - Polisi Serbia pada Jumat, (5/5/2023) menangkap seorang pria bersenjata yang diduga membunuh delapan orang dan melukai 14 lainnya di sebuah desa dekat Beograd dalam penembakan massal kedua di negara itu minggu ini.

"Tersangka U.B., lahir pada 2002, telah ditangkap di sekitar kota Kragujevac, dia diduga membunuh delapan orang dan melukai 14 lainnya dalam semalam," kata Kementerian Dalam Negeri Serbia dalam sebuah pernyataan yang dilansir Reuters. Dikatakan penyelidikan sedang berlangsung.

Penembakan yang terjadi di Desa Dubona, dekat kota Mladenovac, 42 km selatan Beograd adalah yang kedua di negara Balkan hanya dalam dua hari.

Pada Rabu, (3/5/2023) seorang anak laki-laki berusia 13 tahun menembak mati sembilan orang dan melukai tujuh orang di sebuah sekolah di Beograd sebelum menyerahkan diri.

Menurut media setempat, tersangka dalam penembakan kedua terlibat perkelahian di halaman sekolah pada Kamis, (4/5/2023) malam dan pergi, tetapi kemudian kembali dengan senapan serbu dan pistol. Dia melepaskan tembakan dan terus menembaki orang secara acak dari mobil yang bergerak.

Penyiar negara RTS melaporkan seorang polisi yang sedang tidak bertugas dan saudara perempuannya termasuk di antara mereka yang tewas.

Sekira 600 polisi Serbia, termasuk Satuan Anti-Teroris Khusus (SAJ) elit dan Gendarmerie terlibat dalam perburuan, yang dijuluki Operasi Angin Puyuh, RTS melaporkan.

Di dalam desa Dubona, seorang saksi Reuters melihat polisi bersenjata lengkap mendirikan pos pemeriksaan dan menggeledah lalu lintas yang masuk. SUV polisi lapis baja dan van hitam mengelilingi area itu.

"Ini menyedihkan, polisi muda itu seumuran putri saya, lahir tahun 1998," kata Danijela, seorang wanita paruh baya di Dubona. "Putriku sedang minum obat penenang, kami tidak bisa tidur semalaman, mereka tumbuh bersama."

Yang terluka telah diangkut ke beberapa rumah sakit setempat, lapor RTS. Ia juga mengatakan Kementerian Kesehatan memanggil orang-orang untuk menyumbangkan darah bagi yang terluka.

Polisi menggunakan helikopter, drone, dan beberapa patroli polisi untuk memburu tersangka.

"Ini mengerikan bagi negara kita, ini kekalahan besar. Dalam dua hari begitu banyak ... terbunuh," kata Ivan, seorang warga Dubona.

Serbia memulai tiga hari berkabung resmi pada Jumat setelah penembakan sekolah massal pertama pada Rabu.

Serbia memiliki budaya senjata yang mengakar, terutama di daerah pedesaan, tetapi juga undang-undang kontrol senjata yang ketat. Senjata otomatis adalah ilegal dan selama bertahun-tahun pihak berwenang telah menawarkan beberapa amnesti kepada mereka yang menyerahkannya.

Setelah penembakan sekolah di Beograd, pemerintah Serbia memberlakukan larangan dua tahun untuk mengeluarkan izin senjata baru, revisi izin yang ada, dan memeriksa cara pemilik senjata menyimpan senjata mereka.

Namun, negara itu, dan Balkan Barat lainnya, dibanjiri dengan senjata dan persenjataan tingkat militer yang tetap berada di tangan swasta setelah perang tahun 1990-an.

(Rahman Asmardika)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement