Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Yonatan dan Asri Obet Dibunuh Secara Sadis di Yahukimo, 6 KKB Teroris Jadi Buronan

Fahmi Firdaus , Jurnalis-Jum'at, 05 Mei 2023 |15:17 WIB
Yonatan dan Asri Obet Dibunuh Secara Sadis di Yahukimo, 6 KKB Teroris Jadi Buronan
Foto: dok Polri
A
A
A

JAKARTA - Satgas Damai Cartenz melakukan pengejaran terhadap enam dari sembilan pelaku pembunuhan dua warga di Jalan Statistik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua, beberapa waktu lalu.

Pelaku merupakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) teroris yang sering menjalankan teror kepada warga di Yahukimo.

Kepala Operasi Satgas Damai Cartenz 2023 Kombes Pol. Faizal Ramadhani mengatakan pihaknya telah mengantongi identitas keenam pelaku yang masih dalam pengejaran tersebut. Tiga pelaku lainnya telah ditangkap anggota pada hari Kamis (4/5).

"Kesembilan pelaku ini merupakan anggota KKB Yahukimo. Enam orang yang masih buru berinisial EP, AS, YS, YH, dan YY. Sementara itu, tiga pelaku yang sudah ditangkap, yaitu YS alias JS, EDS, dan NM," kata Faizal dalam keterangannya, Jumat (5/5/2023).

Semua pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan terhadap dua warga pendatang asal Toraja, bernama Yonatan Arruan dan Asri Obet pada hari Minggu (30/4).

Adapun peran para tersangka, kata Faizal, NM berperan melakukan penikaman terhadap korban Asri Obet menggunakan pisau, kemudian tersangka ES melakukan pembacokan terhadap korban Yonatan Arruan, dan YS alias JS bersama EDS melakukan pembacokan terehadap Yonatan menggunakan parang.

"Untuk kelima tersangka lainnya, yakni YH, YHE, YS, AS, dan EP tidak ikut melakukan pembunuhan. Akan tetapi, mereka ikut dalam video pernyataan telah melakukan aksi yang diunggah di media sosial," kata Faizal.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Papua ini mengatakan bahwa pihaknya terus melakukan pengejaran terhadap enam anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) Yahukimo tersebut.

Sementara untuk tiga tersangka yang telah ditangkap, kata dia, dilakukan proses hukum tegas. Dalam hal ini, pihaknya melakukan pemeriksaan mendalam.

"Kami akan melakukan rekonstruksi memberikan gambaran tentang terjadinya kasus tersebut," kata Faizal.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement