JAKARTA - Jenderal (Anumerta) Ahmad Yani merupakan salah satu petinggi ABRI yang gugur dalam peristiwa G30S PKI pada 1965 lalu.
Dia merupakan salah satu petinggi ABRI yang dihormati, tidak hanya di dalam negeri, tapi juga sampai ke Amerika Serikat (AS).
Okezone pernah bertandang ke Museum Sasmitaloka Pahlawan Revolusi Jenderal A Yani di Jalan Lembang Nomor 58, Menteng, Jakarta Pusat. Lokasi ini dulunya merupakan rumah pribadi Ahmad Yani.
Melihat lebih dekat ruangan per ruangan, terdapat beberapa catatan tokoh penting yang mengucapkan belasungkawa dan tribute (penghormatan) kepada Jenderal Yani. Beberapa catatan itu ada di ruangan ajudan serta kamar anak-anak Jenderal Yani.
Di salah satu sudut meja ruang ajudan terdapat salinan tulisan tangan presiden pertama RI Ir Soekarno. Catatan pada 1966, setahun setelah peristiwa Gerakan 30 September, yang berbunyi:
“Djendral Yani!
Ia adalah salah seorang Djenderal TNI jang saja tjintai.
Saja do’akan Tuhan memberi tempat kepadanja dialam achirat: tempat jang baik
Soekarno (30-..-1966)”
Lalu ada pula pesan dari Perdana Menteri (PM) pertama Malaysia saat itu, Tuanku Abdul Rahman Putra al Haj. Dia berkirim surat yang tertanggal 6 Maret 1968 yang ditujukan kepada tiga putri mendiang Jenderal Yani yakni Elinia Lilik Elastria Yani, Widna Ami Andriani “Nanik” Yani, dan Reni Ina Yuniati Yani:
“Anak2 yang di-kasehi,
Bapak sunggoh terharu menerima surat anak-anak bertiga yang tertanggal 5 Mach, dan bapak mengucapkan terima kaseh atas uchapan selamat datang yang di-sampaikan oleh anak-anak kepada bapak.
Kunjungan bapak ke-makam Kalibata ialah untok menghormati dan mengingatkan ruh aruah ayahanda anak-anak dan jasa2 bakti almarhum itu kepada bangsa, dan negara Indonesia. Bapak berdoa kepada Allah moga-moga ruh almarhum itu di-himponkan dalam ruh-ruh orang2 yang saleh.
Bapak harap anak-anak sekelian sentiasa dalam keadaan baik dan sehat”
Lalu ada wakil presiden ke-38 Amerika Serikat (AS) Hubert Humphrey Jr yang juga berkirim surat yang tertanggal setahun sebelum PM Malaysia dalam bahasa Inggris.
Tepatnya dalam surat tertanggal 20 November 1967, kepada putra-putri Jenderal Yani, yakni Amelia A Yani, Elina, Juni (Yuni A Yani), Untung Mufreini, dan Irawan Sura Eddy:
“Dear Amelia, Elina, Nani, Juni, Untung, and Eddy:
I cannot tell you how moved I was to recieve your note of welcome. Thank you for your kind wishes to my family and to the American people.
It was an honor for me to be able to pay a small tribute to your father and to the others who fell with him. I know what there is no way in which I or anyone else can make up the loss which you have suffered, but I hope that you will throughout your lives take pride in fact that your father gave his life in the defense of his country’s independence and your own and many other people’s freedom. It was cause to which he had devoted his whole life and one which in a very profound way he shared with many brave men from many nations. I am sure that he himself would belive that it was and is a couse well worth defending. In the short time which any of us spend on this earth there is a little that any of us can do greater importance than to devote our lives to the defense of human freedom and the building of a better world for all people. Always remember that it was in this cause that your father gave his life, and be proud of him.
With warmest personal regards.
Sincerely,
Hubert H Humphrey”
(Fakhrizal Fakhri )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.