Namun, ia dapat membunuh seorang raden tua, orang yang amat dicintai oleh setiap orang dan bahkan juga oleh Raja Mataram sendiri.
Hal inilah yang membuat kesabaran Sultan Amangkurat I habis. Ia memerintahkan mantri - mantrinya agar tidak membiarkan diri mereka dibunuh adiknya. "Tangan saya bersih dari darah adik saya: Cobalah untuk menyadarkannya," kata Amangkurat I.
Setelah ini pun tidak berhasil, maka persoalan itu diserahkannya kepada pamannya, dan pamannyalah yang harus mengambil keputusan. Kemudian Sultan kembali ke keratonnya. Pangeran Alit, sekalipun terkepung, melanjutkan serangannya dan membunuh seorang pembesar lagi.
Pangeran Purbaya, dengan hati yang amat sedih, memberi tahu kemenakannya tentang kejadian tersebut. Barulah kemudian Sultan memberi izin kepada para pengawalnya untuk membela diri. Alhasil dengan segera pula habislah nyawa Pangeran Alit, tertusuk oleh sebilah keris.
(Nanda Aria)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.