Kemenag berharap, fakta panen kopi perdana di atas tanah wakaf 1,5 hektar yang tentunya dapat menaikkan perekonomian masyarakat dan daerah ini, mampu menggugah sekaligus mengakselerasi minat masyarakat dari golongan mampu untuk berzakat.
“Sebagai negara mayoritas muslim, jumlah wakif (pemberi wakaf) di Indonesia masih sangat kecil. Tercatat, jumlah wakif saat ini berjumlah 8,7 juta orang, jauh dari populasi muslim Indonesia yang mencapai 236 juta jiwa,” ungkap Tarmizi Tohor.
“Sehingga, program inkubasi wakaf produktif menjadi aspek strategis menambah semangat baru masyarakat untuk melakukan wakaf produktif,” harapnya.
Di sisi lain, putera asli Kabupaten Meranti ini mengingatkan para nazir untuk lebih profesional dalam pengelolaan dan pengembangan wakaf dana studi kelayakan usaha menjadi aspek penting yang harus dikuasai nazir dalam mengelola dan mengembangkan harta benda wakaf.
Direktorat Zakat dan Wakaf Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama saat ini terus memperluas program inkubasi wakaf produktif melalui kolaborasi dan sinergitas antara kementerian, pemerintah, dan lembaga terkait, demi mendukung cita-cita pembangunan nasional.
“Didaerah manapun program inkubasi wakaf produktif dicanangkan, Insya Allah dapat mengakselerasi terwujudnya kesejahteraan segenap bangsa dan negara, sesuai dengan tujuan didirikannya republik ini,” pungkas Tarmizi Tohor.
(Fakhrizal Fakhri )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.