ANKARA – Turki menolak gagasan Amerika Serikat (AS) untuk mengirim sistem rudal S-400 ke Ukraina untuk melawan invasi Rusia. Penolakan proposal gagasan pengiriman senjata pertahanan canggih buatan Moskow itu dikonfirmasi Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu.
"AS meminta kami untuk mengirim S-400 ke Ukraina, dan kami mengatakan tidak," katanya, sebagaimana dikutip Anadolu Agency.
Berikut 5 fakta terkait penolakan Turki untuk mengirim sistem rudal S-400 ke Ukraina:
1. Melanggar Kedaulatan
Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu menjelaskan bahwa proposal gagasan pengiriman senjata S-400 ke Ukraina tidak dapat diterima karena AS berusaha melanggar kedaulatan Turki.
"Mereka membuat proposal yang secara langsung berkaitan dengan kedaulatan kami, seperti memberi kami kendali atas ini, memberikannya ke tempat lain. Di manakah kemerdekaan dan kedaulatan kita?" ujarnya.
2. Timbulkan Konflik
Pembelian S-400 Rusia oleh Turki telah menjadi titik pertikaian Turki dengan AS - NATO selama bertahun-tahun. AS dan NATO khawatir S-400 ini akan membahayakan keamanan dan interoperabilitas operasi militer NATO. AS dan NATO telah memperingatkan Turki bahwa sistem S-400 tidak kompatibel dengan sistem pertahanan NATO dan dapat mengungkap informasi sensitif ke Rusia.
3. Turki Membela Diri
Pejabat Turki telah berulang kali mengatakan bahwa negara membeli S-400 sebagai masalah keamanan nasional dan tidak ada negara lain yang berhak mengganggu hal ini. Turki menekankan bahwa S-400 tidak akan diintegrasikan ke dalam sistem NATO dan tidak menimbulkan ancaman bagi aliansi atau persenjataannya
4. AS Menghukum Turki
Akibat penolakan Turki untuk mundur dari kesepakatan tersebut, AS telah mengambil beberapa tindakan hukuman, termasuk menangguhkan Turki dari program jet tempur F-35 dan menjatuhkan sanksi kepada pejabat dan entitas Turki yang terlibat dalam pembelian S- 400.
5. Turki Tuntut Balik AS
AS dikabarkan menghukum Turki imbas pembelian senjata S-400 dari Rusia. Turki ditangguhkan dari program jet tempur F-35. Namun, Turki menuntut balik AS dengan meminta uang untuk jet tempur F-35 itu dibayarkan kembali ke Turki karena jetnya tidak pernah dikirimkan setelah sekian lama melakukan kesepakatan.
(Awaludin)