JAKARTA - Political Statistics (Polstat) merilis hasil survei mengenai perkembangan elektabilitas tiga calon presiden (capres). Ketiga nama itu yakni Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan.
Peneliti Senior Polstat, Apna Permana mengatakan, jika dibuat simulasi Pilpres hanya diikuti oleh tiga capres saja, Prabowo memperoleh elektabilitas tertinggi dibandingkan dua pesaingnya.
"Berdasarkan survei Polstat Indonesia jika dibuat simulasi Pilpres hanya diikuti oleh tiga capres saja hasilnya Prabowo Subianto tetap memperoleh elektabilitas tertinggi yakni 39,2 persen. Prabowo unggul sangat signifikan dari dua pesaing utamanya yakni Ganjar Pranowo yang hanya dipilih oleh 27,1 persen dan Anies Baswedan 26,9 persen," kata Apna dalam paparan secara daring, Sabtu (20/5/2023).
"Sementara itu sebanyak 6,8 persen responden menyatakan tidak tahu atau tidak menjawab pertanyaan yang diajukan Polstat Indonesia," tambahnya.
Menurut Apna, keunggulan Prabowo dari para kompetitornya merupakan suatu realitas.
"Data ini semakin menegaskan bahwa keunggulan Prabowo Subianto atas para kompetitornya adalah suatu realitas mengingat dalam format pertanyaan apapun Prabowo selalu leading atas lawan-lawannya," kata Apna.
Sedangkan jika dilakukan simulasi Pilpres yang diikuti oleh 10 nama, Prabowo tetap unggul dalam survei tersebut. Prabowo mendapatkan elektabilitas mencapai 33,5%.
"Hasil survei Polstat Indonesia menegaskan bahwa jika pilpres dilaksanakan saat ini Prabowo Subianto memperoleh elektabilitas tertinggi, yakni 33,5 persen. Dengan demikian sejak survei pertama Polstat Indonesia Maret 2022 Prabowo selalu bertahan dipuncak elektabilitas capres 2024," kata Apna.
Setelah Prabowo hasil lainnya yakni Ganjar Pranowo 19,6%, Anies Baswedan 19,4%, Ridwan Kamil 5,4%, Agus Harimurty Yudhoyono 3,5%, Erick Thohir 3,2%, Sandiaga Uno 2,8%, Puan Maharani 2,4%, Airlangga Hartarto 2,2%, Muhaimin Iskandar 1,9%, dan Undecided 6,1%.
"Sementara itu Ganjar Pranowo yang di bully publik luas menyusul dibatalkannya Indonesia sebagai host piala dunia nampaknya agak kesulitan untuk memperoleh kembali kepercayaan publik. Hanya 19,6 persen yang mengaku akan memilih Ganjar jika Pilpres dilaksanakan saat ini," kata Apna.
Menurut Apna, jika sentimen negatif terhadap Ganjar terus meningkat bukan tak mungkin Ganjar tergusur oleh Anies Baswedan yang memiliki elektabilitas 19,4%.
"Deklarasi pencapres Ganjar oleh PDI Perjuangan yang konon mendongkrak elektabilitas Ganjar Parnowo ternyata hanya pepesan kosong," kata Apna.
Survei Polstat Indonesia kali ini dilakukan pada tanggal 1 s/d 10 Mei 2023 di seluruh wilayah Republik Indonesia yang terdiri dari 34 provinsi. Populasi survei ini adalah seluruh penduduk Indonesia yang minimal sudah berusia 17 tahun dan memiliki E-KTP.
Jumlah sampel sebesar 1.220 responden diperoleh melalui teknik pengambilan sampel secara acak bertingkat (multi-state random sampling). Batas kesalahan (margin of error)+/- 2,8% dan pada tingkat kepercayaan (level of confidence) sebesar 95%.
Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara tatap muka langsung dengan responden berpedoman kuesioner. Survei Polstat kali ini dilengkapi dengan analisis media monitoring untuk mengukur perkembangan sentimen publik terhadap para capres setahun jelang Pemilu 2024.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.