Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Gedung STOVIA dan Lahirnya Gagasan tentang Bangsa Indonesia

Qur'anul Hidayat , Jurnalis-Minggu, 21 Mei 2023 |08:06 WIB
Gedung STOVIA dan Lahirnya Gagasan tentang Bangsa Indonesia
Gedung STOVIA. (Foto: Wikipedia)
A
A
A

GEDUNG STOVIA jadi saksi bisu lahirnya para pemuda dan pelajar kedokteran pribumi di awal abad 20 yang menggagas tentang hari depan bangsa yang di kemudian hari disebut Bangsa Indonesia.

Di salah satu ruang belajar STOVIA, Dr. Sutomo, Goenawan Mangoenkoesoemo dan Dr. Wahidin Soedirohoesodo mencetuskan organisasi Boedi Oetomo, tepatnya di hari Minggu, 20 Mei 1908 pagi.

Gedung itu didirikan pada Maret 1902. STOVIA atau akronim dari School tot Opleiding van Inlandsche Artsen, awalnya sebuah sekolah kedokteran gratis bernama "Dokter-Djawa School" yang didirikan pemerintah Hindia-Belanda, untuk mencetak para ahli medis demi menanggulangi sejumlah wabah penyakit di Batavia (kini Jakarta) kala itu.

 BACA JUGA:

Jika saat ini sekolah kedokteran berbiaya mahal, maka di STOVIA, para pelajar ilmu kedokteran itu masing-masing malah dapat uang saku 15 gulden per bulannya.

Kenyataan itu membuat pemuda Indonesia yang cukup terpelajar, meski bukan dari golongan bangsawan macam Dr. Wahidin, Dr. Tjipto Mangoenkoesoemo dan adiknya Goenawan, bisa mengenyam pendidikan gratis yang disediakan pemerintah kolonial.

Pergerakan yang mereka cetuskan tentu juga tak lepas dari peran Ernest Douwes Dekker. Figur dengan nama lain Danudirja Setiabudhi itu tinggal tak jauh dari STOVIA dan para pelajar kedokteran itu sering mempelajari soal gerakan nasional di perpustakaan milik Dekker.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement