Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Bung Karno Menangis Usai Teken Hukuman Mati untuk Sahabatnya Kartosuwiryo

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis-Sabtu, 27 Mei 2023 |06:00 WIB
Bung Karno Menangis Usai Teken Hukuman Mati untuk Sahabatnya Kartosuwiryo
Bung Karno (Foto: Dok Istimewa/Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Tak lama setelah menyatakan kemerdekaannya, bangsa Indonesia dihadapkan dengan sejumlah pemberontakan yang ingin memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Salah satunya pemberontakan Darul Islam (DI) atau Tentara Islam Indonesia (TII) di Jawa Barat. Pemberontakan terjadi setelah sang imam besar Sekarmadji Maridjan Kartosuwiryo memproklamirkan Negara Islam Indonesia (NII) pada 7 Agustus 1949.

Pemberontakan tersebut dilatarbelakangi Kartosuwiryo yang kecewa terhadap Indonesia, terlebih saat perjanjian Renville yang membuat sebagian wilayah Nusantara kembali dikuasai Belanda.

Sang imam akhirnya memutuskan untuk melawan Republik Indonesia (RI) di tengah agresi militer Belanda.

Tak hanya di Jawa Barat, gerakan DI atau TII juga tercatat muncul di wilayah Nusantara lainnya seperti Aceh, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, dan Jawa Tengah.

Pemberontakan DI atau TII 1949 hingga 1962 menjadi pemberontakan terlama pascakemerdekaan RI, hingga akhirnya dapat ditaklukkan lewat operasi Bharatayudha dengan taktik pagar betis.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement