Presiden Soekarno sendiri bertemu dengan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Abdoel Haris Nasution untuk berunding, namun menolak tuntutan dari TNI AD.
“Mataku terbakar karena marah. Engkau benar dalam tuntutanmu, akan tetapi salah dalam caranya. Soekarno takkan menyerah karena paksaan. Tidak kepada seluruh tentara Belanda dan tidak pula pada satu batalyon TNI!,” tegas Soekarno.
Buntut dari gerakan 17 Oktober 1952 ini Nasution dipecat dan dicopot dari jabatannya sebagai KSAD, begitu pun Gatot Soebroto sebagai Pangdam VII Makassar yang digantikan Warouw.
Jabatan Gatot Soebroto dalam kemiliteran kemudian dipulihkan pada masa Kabinet Burhanuddin Harahap dan diberi jabatan Wakil Kepala Staf TNI AD.
Jenderal Gatot Soebroto wafat karena serangan jantung pada 11 Juni 1962.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.