"Saya merasakan emosi yang sama seperti orang lain ketika hal-hal buruk terjadi, saya langsung bereaksi seperti orang lain," ujarnya. "Tapi kemudian, saya langsung berpikir pasti ada sesuatu yang bisa saya lakukan dan saya mulai memikirkan strategi untuk keluar dari situasi itu.”
Profesor Cox berharap temuan ini akan memungkinkan penelitian baru tentang obat-obatan untuk membantu manajemen nyeri, penyembuhan luka, dan kesehatan mental.
"Nyeri kronis adalah kondisi kesehatan yang paling umum di zaman ini, dan kita sangat membutuhkan jenis obat penghilang rasa sakit baru. Dengan memahami bagaimana FAAH-OUT bekerja pada tingkat molekuler, kami berharap obat penghilang rasa sakit yang baru dan lebih baik dapat dikembangkan," ujarnya.
(Rahman Asmardika)