Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Sarwo Edhie Amankan Sejumlah Aksi Mahasiswa Pasca-Pembunuhan 6 Jenderal

Tim Okezone , Jurnalis-Senin, 05 Juni 2023 |06:01 WIB
 Sarwo Edhie Amankan Sejumlah Aksi Mahasiswa Pasca-Pembunuhan 6 Jenderal
Sarwo Edhie Wibowo (foto: dok ist)
A
A
A

SUASANA di Indonesia tak menentu, pasca-tiga bulan setelah peristiwa penculikan dan pembunuhan enam jenderal TNI Angkatan Darat, ketegangan terasa di mana-mana. Sebagian pemimpin Partai Komunis menghilang, puluhan ribu kadernya ditangkap. Tapi pemimpin PKI masih duduk di kabinet dan secara resmi partai itu masih berkibar.

Hal itu membuat sejumlah organisasi mahasiswa dari berbagai kampus di Ibu Kota, mempersiapkan aksi demonstrasi besar keesokan harinya.

Keesokan harinya, Senin 10 Januari, ribuan mahasiswa memadati kampus Universitas Indonesia di Salemba, Jakarta Pusat. Salah satu pemimpin Kesatuan Aksi Mahasiswa, Cosmas Batubara, tampak sibuk mengarahkan koleganya mempersiapkan ini dan itu. Sebuah panggung darurat disiapkan di halaman Fakultas Kedokteran UI.

Tepat pukul 08.30, sebuah jip militer merapat di depan gerbang kampus. Dari dalamnya, muncul Komandan Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD) Kolonel Sarwo Edhie Wibowo. Dua deputinya, Mayor CI Santosa dan Mayor Gunawan Wibisono, juga tampak mendampingi bos mereka.

Kedatangan Sarwo langsung disambut jabat tangan, dan mahasiswa segera berkerumun di sekelilingnya. Setengah jam kemudian, Sarwo Edhie didaulat naik ke atas panggung. Dengan seragam militer yang necis dan rapi, dia tampak percaya diri. Di awal pidato, dia berterima kasih atas undangan mahasiswa dan, sambil bercanda, berterima kasih kepada PKI yang "membuat huru-hara sehingga mahasiswa bisa bersatu kembali".

"Gayanya memang begitu, cepat akrab dengan mahasiswa," kata Fahmi Idris, salah satu pemimpin mahasiswa UI ketika itu seperti dikutip pada buku Sarwo Edhie dan Misteri 1965.

Sarwo lalu bercerita tentang perjalanan RPKAD memburu PKI di Jawa dan Bali, beberapa saat sebelumnya. Di akhir pidato, dia bertanya kepada mahasiswa, "Apakah masih ada yang belum diamankan?".

Ribuan mahasiswa berteriak kompak, "Aidit, Pak!" Sarwo Edhie tersenyum kecil, "Lho, kok, di mana-mana masih banyak orang kangen sama Aidit, ya?" Sebelum gemuruh tawa mereda, Sarwo melanjutkan dengan nada serius, "Kamu tidak usah merisaukan Aidit. Biar dia beristirahat di tempat lain."

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement