Dengan tidak adanya data, BBC mencoba menilai skala krisis melalui percakapan dengan puluhan orang.
"Tinggal di rumah tanpa pendidikan atau masa depan, itu membuat saya merasa konyol. Saya merasa lelah dan acuh tak acuh terhadap segalanya. Sepertinya tidak ada lagi yang penting," terang seorang gadis remaja memberi tahu BBC dengan air mata mengalir di wajahnya.
Dia berusaha mengambil nyawanya sendiri. BBC menemuinya di hadapan dokternya, dan ibunya, yang tidak membiarkan putrinya lepas dari pandangannya.
BBC bertanya kepada mereka mengapa mereka ingin berbicara dengan BBC.
"Tidak ada yang lebih buruk dari ini yang bisa terjadi, itulah mengapa saya berbicara," kata gadis itu.
"Dan saya pikir mungkin jika saya berbicara, sesuatu akan berubah. Jika Taliban akan tetap berkuasa, maka saya pikir mereka harus diakui secara resmi. Jika itu terjadi, saya yakin mereka akan membuka kembali sekolah,” lanjutnya.
(Susi Susanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.