Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah Pilu Bung Karno, Tak Punya Uang ketika Ingin Nikahkan Anaknya dan Beli Rambutan

Tim Okezone , Jurnalis-Selasa, 06 Juni 2023 |05:01 WIB
 Kisah Pilu Bung Karno, Tak Punya Uang ketika Ingin Nikahkan Anaknya dan Beli Rambutan
Presiden Soekarno (foto: dok ist)
A
A
A

PRESIDEN SOEKARNO, memiliki kisah yang sangat pilu. Bagaimana tidak, seorang petinggi negara tidak mempunyai uang ketika ingin memakan rambutan dan juga ingin menikahkan salah seorang putrinya.

Dalam buku "Total Bung Karno" karya Roso Daras diceritakan, Soekarno tak punya uang simpanan di akhir hidupnya. Ketika hendak menikahkan seorang putrinya. Dengan malu dan terpaksa, dia meminta bantuan salah seorang istrinya, Yurike Sanger, untuk mencarikan utangan Rp2 juta.

Dengan pengawalan ketat, Soekarno menemui Yurike. Wanita itu menangis melihat Soekarno. Tak ada lagi kegagahan yang dulu tampak. Sosok Soekarno kini tua dan renta karena tekanan batin.

"Mas tak ingin diberi stempel sebagai bapak yang gagal. Yang jadi persoalan utama, Mas tidak punya uang. Hidupku selama ini sama sekali untuk bangsa dan negara, sama sekali untuk kepentingan nasional," beber Soekarno dengan getir.

Untungnya beberapa hari kemudian Yurike bisa mendapatkan uang itu. Dia mendapat pinjaman lunak dari seorang pengusaha. Hal itu diceritakan Yurike Sanger dalam memoarnya yang ditulis Kadjat Adra'i dan diterbitkan Komunitas Bambu.

Suatu hari TD Pardede, pengusaha terkenal asal Medan yang dekat dengan Bung Karno dipanggil mendadak ke Jakarta. Setelah berbincang-bincang bersama menteri lainnya, Presiden Republik Indonesia itu mengajak TD Pardede ke pojok ruangan.

“Pardede, bisa kau pinjamkan aku uang ?“

Ia gelagapan karena langsung ditodong oleh penguasa negeri. TD Pardede pun merogoh saku saku jasnya dan memberikan seribu dollar. Namun Bung Karno hanya mengambil secukupnya dan mengembalikan sisanya kepada Pardede.

Ajudan terakhir Bung Karno adalah Putu Sugianitri, ex. polisi wanita yang setelah Bung Karno tidak menjabat lagi, harus pensiun tanpa kejelasan.

Suatu saat setelah tidak menjadi presiden, Bung Karno berjalan-jalan keliling kota dan tiba tiba ingin buah rambutan.

”Tri, beli rambutan.“ ”Uangnya mana ?” tanya si polwan asal Bali itu.

”Sing ngelah pis” kata Bung Karno dalam bahasa Bali yang artinya "Saya tak punya uang."

Jadilah sang ajudan memakai uang pribadinya untuk mantan presiden yang tidak memiliki uang.

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement