JAKARTA - Berbagai perlakuan kasar, intimidasi, hingga ancaman pembunuhan diterima para punggawa FC Start agar timnya mengalah dari Flakelf.
Flakelf merupakan kesebelasan dari Jerman yang tengah menjajah Kyiv, Ukraina, yang merupakan tim asal FC Start.
Bagi FC Start kemenangan tetap menjadi harga mati demi harga diri terhadap penjajahan tentara Nazi.
Selama pertandingan Flakelf berada di atas angin karena wasit berpihak pada mereka. Kesebelasan itu tak lelahnya melakukan beragam pelanggaran berat, mulai dari tekel dari belakang, menarik baju, melanggar pemain yang tak memegang bola, hingga menendang kepala dari kiper FC Start.
Meski demikian, gol demi gol tetap mengalir ke gawang Flakelf dan FC Start, memenangkan leg kedua dengan skor 5-3.
Seperti ancaman yang dilontarkan sebelum laga, kematian pun tak lama menjemput para pemain FC Start. Ada yang lebih dulu disiksa, tapi ada juga yang langsung menghadap algojo regu tembak.
Kisah ini bisa tetap mengudara, berkat tiga pemain FC Start yang lolos dan bertahan hidup. Sejarah mengenal peristiwa ini sebagai The Death Match.
Sejarah FC Start
FC Start adalah sebuah klub non-resmi yang berdiri di masa perang dunia kedua, tepatnya di Ukraina. FC Start berisikan para mantan pemain Dynamo Kiev dan Lokomotiv Kiev, yang sempat terbebas dari kamp tawanan perang Nazi Jerman, di bawah wewenang SS (Schutzstaffel – paramiliter Jerman).
Saat Nazi Jerman mulai menginvasi Uni Soviet, Ukraina ikut jatuh ke tangan agresor. Sebab, Ukraina di kala itu masih menjadi salah satu negara satelit Uni Soviet. Saat pecahnya perang, para pesepakbola di Ukraina terpaksa turut berperang di bawah panji tentara merah. Tapi saat keadaan Uni Soviet mengalami kemunduran hingga ke Ukraina, banyak para tentara merah harus menyerah dan ditawan di kamp Darnitsa.
Banyak tentara dari kamp tawanan Darnitsa dibebaskan Nazi Jerman. Terutama yang asli Ukraina. Dibebaskan di sini bukan berarti bebas lepas, tapi hanya punya sedikit kebebasan akan hidup masing-masing dan bebas dari kematian karena dikirim ke perkampungan pekerja di Kiev. Nah, banyak dari yang dibebaskan ini, merupakan mantan pesepakbola.