PRANCIS - Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan pada Senin (12/6/2023) bahwa serangan balasan Ukraina yang direncanakan dengan "cermat" dimulai "beberapa hari yang lalu" tetapi tidak merinci di mana di Ukraina.
Berbicara pada konferensi pers dengan para pemimpin Jerman dan Polandia di Paris, Macron juga memuji "keunggulan" taktis dan organisasi para pemimpin militer Ukraina.
Dia mengatakan serangan balasan ini telah direncanakan selama beberapa minggu atau bulan sebelumnya.
Sejak awal perang, Prancis telah mengintensifkan pengiriman senjata dan amunisi, kendaraan lapis baja, dan dukungan logistik ke Ukraina.
Dia menambahkan, dukungan seperti itu akan terus berlanjut.
Sementara itu, pasukan Ukraina dilaporkan telah merebut kembali tujuh desa dalam seminggu terakhir.
Menurut Wakil Menteri Pertahanan Hanna Maliar, di Donetsk dan Tavria, kemajuan pasukan ofensif berjumlah 6,5 kilometer.
"Wilayah yang dikuasai mencapai 90 kilometer persegi," terangnya pada Senin (12/6/2023) di Telegram, dikutip CNN.
Maliar mengatakan desa Lobkove, Levadne, Novodarivka, Neskuchne, Storozheve, Makarivka, dan Blahodatne dibebaskan.
Sebelumnya, Pasukan Pertahanan Tavria Ukraina memposting video di Facebook tentara yang mengibarkan bendera Ukraina di Storozheve, mengklaim telah merebut kembali desa di wilayah Donetsk, tetapi tidak jelas kapan video itu diambil.
(Susi Susanti)