Dari situlah Slamet Rijadi menyampaikan pemikirannya dengan Kawilarang yang baru dikenalnya di Ambon, soal membentuk pasukan komando pula yang tak kalah andal dengan pasukan KST, DST dan milisi pro-RMS.
Namun Slamet Rijadi tak sempat melihat “kelahiran” Kesko TT, cikal-bakal Kopassus seperti yang disebutkan di atas. Slamet Rijadi baru mengenal Kawilarang di Ambon pada 17 Juli 1950.
Tapi tiga bulan kemudian, Slamet Rijadi sudah lebih dulu gugur, tepatnya 4 November di tahun yang sama. Pertemuan dua tokoh besar militer Indonesia ini memang begitu singkat.
(Angkasa Yudhistira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.