Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kemenangan Perang Paregreg yang Harus Dibayar Mahal Kerajaan Majapahit

Avirista Midaada , Jurnalis-Kamis, 15 Juni 2023 |06:14 WIB
 Kemenangan Perang Paregreg yang Harus Dibayar Mahal Kerajaan Majapahit
Perang Kerajaan (foto: dok ist)
A
A
A

Untung bahwa Kaisar mendengar tentang adanya tuntutan itu. Hal itu disampaikan kepada Raja Majapahit, disertai ucapan: 'Seandainya tuntutan itu atas perintah saya, sudah pasti saya akan mengeluarkan perintah terbuka. Oleh karena itu Sang Raja tidak usah takut. Jika ada orang jahat yang menyalahgunakan nama saya, jangan segera dipercaya.'

Pada waktu itu secara resmi Palembang ada di bawah kekuasaan Majapahit, namun dalam kenyataannya diperintah oleh Cina-cina dari Kanton yang berkuasa di situ, karena Majapahit tidak cukup mempunyai orang yang dapat mewakili Majapahit di Palembang.

Hal itu terjadi pada tahun 1397, ketika ibukota Suwarnabhumi dipindahkan ke Kukang (Palembang), setelah dikalahkan oleh Majapahit. Lantas mengapa Raja Malaka berani melancarkan tuntutan atas Palembang, jawabnya ialah karena pada waktu itu Majapahit di bawah pemerintahan Wikramawardhana terlalu lemah akibat Perang Paregreg.

Di sisi lain, hubungan antara Majapahit dan Cina sedang memburuk. Kesempatan itu dimanfaatkan oleh Megat Iskandar Syah. Bagaimanapun perang Paregreg yang pecah pada tahun 1406, banyak membawa kerugian jiwa manusia dan kerugian harta benda. Dendam kesumat dari kedua belah pihak tidak dapat dielakkan. Hal itu memperlemah Kerajaan Majapahit.

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement