Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kepala Gulat India Didakwa Pelecehan Seksual, Dituduh Meraba-raba di Kamp Pelatihan dan Turnamen

Susi Susanti , Jurnalis-Jum'at, 16 Juni 2023 |08:11 WIB
Kepala Gulat India Didakwa Pelecehan Seksual, Dituduh Meraba-raba di Kamp Pelatihan dan Turnamen
Kepala gulat India dituduh melakukan pelecehan seksual (Foto: Media sosial)
A
A
A

INDIA – Kepala gulat India telah didakwa di pengadilan setelah berbulan-bulan protes yang dilakukan pegulat top negara itu yang menuduhnya melakukan pelecehan seksual.

Polisi telah mendakwa Brij Bhushan Sharan Singh dengan tuduhan menguntit, melecehkan dan mengintimidasi serta membuat "pernyataan bernuansa seksual".

Tujuh pegulat wanita, termasuk anak di bawah umur, telah mengajukan pengaduan ke polisi yang menuduh Singh melakukan pelecehan dan meraba-raba mereka di kamp pelatihan dan turnamen. Dalam kasus anak di bawah umur, polisi telah menerapkan Undang-Undang Perlindungan Anak dari Pelanggaran Seksual (Pocso) yang ketat.

Singh, seorang anggota parlemen berpengaruh dari partai BJP yang berkuasa, membantah tuduhan tersebut.

Dia menuduh para pegulat itu "bermotivasi politik" dan baru-baru ini mengatakan dia akan gantung diri bahkan jika satu tuduhan pun terbukti terhadapnya.

Dikutip BBC, protes telah menjadi berita utama secara global, terutama setelah polisi menahan para pegulat saat mereka mencoba berbaris ke gedung parlemen baru India di ibu kota Delhi.

Rekaman peraih medali Olimpiade Sakshi Malik dan Bajrang Punia dan peraih medali juara dunia dua kali Vinesh Phogat diseret di jalan dan dibawa dengan mobil polisi menjadi viral, memicu kritik dari atlet top dan politisi oposisi.

Komite Olimpiade Internasional (IOC) juga mengutuk cara para pegulat diperlakukan dan menyerukan penyelidikan yang tidak memihak atas keluhan mereka.

Para pegulat, yang telah melakukan protes sejak April lalu, setuju untuk menghentikan protes mereka awal bulan ini setelah bertemu dengan Menteri Dalam Negeri Amit Shah dan Menteri Olahraga Anurag Thakur.

Thakur telah meyakinkan mereka bahwa tuntutan akan diajukan terhadap Singh pada 15 Juni.

Pada Kamis (15/6/2023), polisi Delhi menyerahkan dua set dokumen terpisah di dua pengadilan yang berbeda, yakni lembar dakwaan setebal 1.000 halaman yang merinci penyelidikan mereka atas tuduhan keseluruhan dan yang kedua lebih pendek dalam kasus pengadu kecil.

Dalam beberapa hari terakhir, laporan mengatakan anak di bawah umur telah mencabut tuduhannya di tengah laporan bahwa dia telah "ditekan untuk mencabut dakwaan". Singh menolak mengomentari tuduhan tersebut, dengan mengatakan biarkan hukum berjalan dengan sendirinya".

Pakar hukum mengatakan sekarang terserah hakim untuk memutuskan apakah akan menerima rekomendasi dan menutup kasus atau tidak. Menurut rencana, kasus ini akan disidangkan pada 4 Juli mendatang.

Pada Kamis (16/6/2023), ketika rincian dakwaan terhadap Singh mulai terungkap, pakar hukum dan analis mengatakan kebanyakan dari mereka adalah pelanggaran yang dapat ditebus - yang berarti Singh tidak mungkin ditangkap segera.

Sementara itu, pengacara penuntut pada Kamis (15/6/2023) mengatakan tak ada bukti yang menguatkan yang ditemukan dalam tuduhan oleh anak di bawah umur setelah penyelidikan terperinci dalam kasus tersebut.

Seperti diketahui, para pegulat mengadakan protes pertama mereka pada Januari lalu tetapi kemudian membatalkannya setelah Singh dilucuti dari kekuasaan administratifnya oleh kementerian olahraga dan pemerintah berjanji untuk menyelidiki keluhan mereka. Setelah pemerintah tidak mengungkap temuan panel pengawas yang menyelidiki tuduhan mereka, para pegulat melanjutkan protes mereka pada April lalu. Para pegulat juga menyerukan penangkapannya.

Pada bulan lalu, mereka mengancam akan membuang medali mereka ke Sungai Gangga - sungai paling suci di India. Namun para pemimpin kelompok tani yang berpengaruh, Persatuan Bharatiya Kisan (BKU), membujuk mereka untuk tidak melakukannya dulu, dengan mengatakan mereka akan melancarkan protes nasional jika Singh tidak ditangkap.

Pemerintah Perdana Menteri (PM) Narendra Modi telah dikritik karena tidak bertindak tegas atau cukup cepat terhadap Singh karena dia adalah anggota partai yang berkuasa. Pemerintah telah membantah tuduhan itu dan mengatakan hukum akan berjalan dengan sendirinya.

(Susi Susanti)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement