TEHERAN – Indonesia dan Iran menyepakati peningkatan kerjasama di bidang perdagangan, pemberantasan peredaran gelap narkotika zat psikotropika dan prekursornya, pertukaran ilmu pengetahuan (Iptek) dan inovasi, serta jaminan produk halal.
Demikian diutarakan Duta Besar Indonesia untuk Iran H.E. Ronny Prasetyo Yuliantoro dalam webinar yang diselenggarakan IPI Iran bertajuk “Peluang dan Tantangan Relasi Republik Indonesia dan Republik Islam Iran Paska kunjungan Presiden Republik Islam Iran Ebrahim Raisi ke Indonesia”.
“Sejumlah kesepakatan ini merupakan hasil kunjungan Presiden Republik Islam Iran Ebrahim Raisi ke Indonesia,” ujarnya, Sabtu (17/6/2023).
Selain itu, juga disepakati kesepakatan kerjasama di bidang pengembangan sektor energi, produk farmasi, obat tradisional, kosmetik dan pangan olahan.
“Serta pembebasan visa bagi pemegang paspor diplomatik atau dinas, bantuan administrasi timbal balik di bidang kepabeanan, promosi perdagangan, dan program pertukaran kebudayaan,”ujar Ronny.
"Bentuk kerjasamanya tidak selalu harus diinisiasi pemerintah, namun dapat dilakukan berbagai pihak dan kalangan antara Indonesia dan Iran,” tutup Ronny Prasetyo.
Sementara itu, Associate Professor Ketua Departemen Kajian Islam dan Timur Tengah Universitas Indonesia Yon Machmudi menambahkan, kunjungan Presiden Raisi ke Indonesia merupakan upaya mempererat hubungan antara Republik Islam Iran dan Republik Indonesia.
Menurut dia, masing-masing pihak juga memiliki antusias yang besar untuk memberikan manfaat timbal-balik.
"Indonesia dan Iran juga secara konsisten memberi dukungan kepada Palestina. Kerjasama minyak dan gas menjadi sangat potensial,” tutup Yon Muchmad.