Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Saat Sultan Amangkurat I Kehilangan Wilayah Kekuasaan di Pulau Kalimantan

Avirista Midaada , Jurnalis-Senin, 19 Juni 2023 |06:57 WIB
Saat Sultan Amangkurat I Kehilangan Wilayah Kekuasaan di Pulau Kalimantan
Sultan Amangkurat I (Foto: istimewa/Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Wilayah Kerajaan Mataram mulai berkurang sejak Sultan Amangkurat I bertahta. Beberapa wilayah di luar pulau, salah satunya Kalimantan juga mulai melepaskan diri dari kekuasaan Kerajaan Mataram.

Lepasnya Kalimantan ini menyusul wilayah Blambangan yang akhirnya juga terlepas dari kekuasaan Mataram.

Sukadana yang menjadi wilayah kekuasaan Mataram memilih melepaskan diri. Menurut Babad Sangkala 1575 J atau mulai 2 Desember 1652, utusan-utusan rakyat Sukadana ketika itu berdatang sembah kepada Mataram (Wong Sokadana seba mring Mataram). Tahun berikutnya mulai pada tanggal 22 November 1653, rakyat Siam juga berbuat demikian.

H.J. De Graaf pada bukunya "Disintegrasi Mataram : Dibawah Mangkurat I", mengisahkan bagaimana Babad Momana mencatat setahun kemudian terjadinya perang dengan Sukadana dan Siam, prang Sokadana, prang Siyem). Yang pertama masuk akal. Orang-orang Siam yang berdatang sembah itu mungkin pedagang-pedagang pembeli kuda.

Pada tahun-tahun 1656-1657 Sukadana masih dianggap sebagai bagian dari Kerajaan Mataram, karena Ngabei Wangsaraja, penguasa Semarang, diberi tugas mengawasi daerah tersebut. Sukadana dikuasai seorang pangeran.

Tetapi beberapa tahun kemudian Raja Mataram Sultan Amangkurat I konon menjadi sangat marah, karena baik Banjarmasin maupun Sukadana tidak datang bersembah kepadanya. Sebagai kebalikan, mencolok perilaku Kapten Moor di Batavia, yang memberikan segala apa yang diminta Sunan.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement