Kabar celup penjalin yang memiliki kesaktian luar biasa ini kian hari kian santer tersebar dari desa ke desa, bahkan sampai ke kota-kota besar. Sebab minimnya senjata atau alat pertahanan yang dimiliki masyarakat untuk menumpas pemberontakan PKI yang tersebar di berbagai penjuru membuat mereka kebingungan.
Adanya kabar celup penjalin di Sarang oleh seorang kiai kharismatik bagaikan angin segar. Kala itu, banyak masyarakat dari berbagai penjuru datang bersama-sama menuju Pesantren Sarang guna memiliki rotan sakti yang bisa mereka jadikan alat pertahanan diri dari serangan PKI.
Mereka datang dari kota-kota besar seperti dari Magelang, Temanggung, Semarang, Kendal, Pekalongan, Cirebon, Yogyakarta, Kudus, Pati, Jepara Purwodadi, Demak, Blora, Bojonegoro, Tuban, Lamongan, Kediri, Lasem, Rembang dan kota-kota lain di sekitar Jawa Tengah- Jawa Timur.
Kedatangan mereka membuat jalan menuju Pesantren Sarang dipenuhi kendaraan. Dari mulai motor, mobil, bus, bahkan truk terparkir berjejer-jejer di sepanjang jalan.
Keadaan yang demikian dapat mendongkrak perekonomian masyarakat Sarang. Banyak dari mereka memanfaatkan momen tersebut dengan berjualan rotan di depan pondok lor. Sebab, orang-orang yang datang ke Sarang belum memiliki rotan sama sekali, mereka datang dengan tangan kosong, sehingga hal itu memaksa mereka untuk membeli rotan dari masyarakat Sarang.
Sebelum pencelupan rotan itu dilaksanakan, biasanya ada sambutan perwakilan pondok yang disampaikan oleh salah satu santri senior, di mana di antaranya adalah Kang Ahmadi.
Ia memberi sambutan terlalu panjang kala itu sehingga membuat orang-orang yang tengah memadati area pondok menunggu lama. Saat Kang Ahmadi Sarang Meduro masih menyampaikan sambutannya, Kiai Imam Khalil tiba-tiba datang lalu memberi teguran padanya, “Ojok dowo-dowo, ojok dowo-dowo, mundaki pedot” (Jangan panjang-panjang (sambutannya), jangan panjang-panjang nanti putus).
Dalam tegurannya, Kiai Imam Khalil memberikan nasehat bahwa jangan sampai membuat orang-orang yang datang berkumpul di area pondok menunggu lama, sebab hal itu malah menambah masyaqqoh (kepayahan) di atas masyaqqoh yang lain, lebih-lebih mereka yang datang dari jauh.
Celup penjalin yang disediakan Kiai Imam Khalil tidak bermahar alias gratis. Beliau tidak berkenan menerima mahar dari celup penjalinnya apalagi meminta. Sehingga banyak dari mereka yang meninggalkan uang sebagai mahar, sampai-sampai banyak uang berceceran di sekitar tempat kulah celupan tersebut.
Kiai Imam Khalil berpendapat bahwa rotan-rotan yang dicelupkan ini bukanlah alat untuk membunuh. Akan tetapi, untuk berjaga-jaga apabila ada musuh yang menyerang secara tiba-tiba sebagaimana di atas. Daf’ussho’il atau menahan serangan penyamun hukumnya boleh meski sampai membunuhnya.
Pendapat ini nampaknya mengecualikan ketika orang-orang PKI mengancam dan menyerang nyawa orang lain terlebih dahulu, sehingga ia bisa dihukumi as-shoil atau penyamun yang bisa diserang balik meski dapat membunuh nyawanya. Tentu hal tersebut harus urut dari tahap melarikan diri sampai membunuh. Dan hal itu menjadi bukti bahwa syariat mengutus umat manusia untuk menjaga diri seperti yang diajarkan Kiai Imam Khalil.
Ibu Lasmini, Karangmangu menceritakan bahwa anggota PKI yang ditaklukkan kemudian dikumpulkan di sebuah tempat yang sekarang menjadi Madrasah Putri Ghozaliyyah (MPG).
Mereka direhabilitasi di sana. Para kiai dan tokoh masyarakat mendidik orang-orang PKI agar segera bertaubat dan kembali kepada Allah. Mereka di sana diperlakukan dengan baik, diberi makan, dan minum serta dididik dengan benar sampai benar-benar sadar dan bertaubat. Sebagaimana pendekatan Kiai Ahmad Syuaib. (Halaman 129).
Sebab tidak sedikit dari mereka yang masih menunaikan sholat dan membaca syahadat. Mereka hanya terprovokasi oleh ajakan pimpinan mereka yang menjanjikan harta duniawi secara merata dengan cara membabi buta dan instan kepada mereka.
(Fakhrizal Fakhri )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.