Rotan yang telah dicelupkan ini memang terkenal memiliki kekuatan atau kejadukan yang dahsyat. Bagaimana tidak, hanya dengan satu sabetan rotan saja, musuh langsung terkapar seketika.
Selain penjalin, warga juga mencelupkan berbagai barang seperti baju agar kebal, kayu, dan lainnya.
Melihat perbuatan warga, Kiai Imam Kholil lantas melarang warga untuk mencelupkan sajam dan benda-benda tajam lainnya. Beliau juga memberikan amalan khusus bagi mereka yang memberikan sowan ke ndalem Kiai Imam Kholil.
Beliau memberikan instruksi kepada orang-orang yang sedang mencelupkan penjalin mereka: "podo simpen kalimah singlin!" (Simpanlah penjalin ini yang diibaratkan seperti kalimat tahlil).
Penjalin yang dicelupkan ke kulah pondok memiliki keistimewaan, banyak para pemberontak yang lumpuh seketika usai dipecut dengan penjalin tersebut, padahal di antara para pemberontak itu kuat-kuat, dan banyak yang memiliki ilmu kejadukan dan terkenal sakti.
Tepat 30 September, PKI bergerilya menyerang wilayah Sarang. Akan tetapi, anehnya mereka tidak mampu menembus area Pesantren Sarang, sehingga penyerangan hanya terjadi di desa-desa terpencil selatan pesantren.
Karomah Kiai Imam Khalil yang membuat celupan penjalin sakti mandraguna, Allah SWT menyelamatkan masyarakat Sarang dari kezoliman PKI. Mereka dapat dengan mudah dilumpuhkan hanya dengan satu sabetan rotan saja.