Namun nyawanya tak tertolong. “Sang Penyambung Lidah Rakyat” dipanggil Sang Pencipta. Segenap rakyat yang sedianya dilarang menghadiri prosesi iring-iringan jenazah Soekarno, seolah tak menanggapi imbauan pemerintah yang kala itu sudah di bawah rezim orde baru.
Isak tangis pasang mata yang tak terhingga jumlahnya menyertai konvoi mobil jenazah Soekarno dari Wisma Yaso menuju Bandara Halim Perdanakusuma untuk kemudian, diterbangkan ke Blitar, Jawa Timur, di mana Soekarno diputuskan Presiden Soeharto, dimakamkan di samping mendiang ibunda, Ida Ayu Nyoman Rai.
(Nanda Aria)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.