Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Tangguhnya Legenda Kopassus, Tolak Bocorkan Rahasia Negara Meski Disiksa hingga Kaki Hancur

Nanda Aria , Jurnalis-Minggu, 25 Juni 2023 |05:10 WIB
Tangguhnya Legenda Kopassus, Tolak Bocorkan Rahasia Negara Meski Disiksa hingga Kaki Hancur
Ilustrasi/ Doc: Okezone
A
A
A

Dua anggotanya kembali gugur saat kontak tembak di dekat Kampung Nemboektep.

Agus dan pasukannya yang terus bergerak menemukan sebuah gubuk. Saat tengah beristirahat, tentara Belanda kembali menyerang Agus secara mendadak. Beberapa anak buah Agus gugur dalam pertempuran tersebut.

Karena kekuatan tidak sebanding, Agus bersama pasukannya kembali masuk ke hutan.

Namun demikian, tentara Belanda terus mengejar dan mengepung sisa pasukan yang dipimpin Agus. Nahas, timah panas menembus kaki kiri Agus. Tidak hanya itu, pecahan granat juga menancap di punggung kanannya.

Seketika Agus tersungkur. Beberapa anak buahnya mencoba membopong dan menyelamatkan Agus, komandannya. Di tengah situasi kritis, Agus memaksa anak buahnya untuk meninggalkannya sendiri.

Agus tak ingin pergerakan pasukan terhambat karena harus menyelamatkannya. Beberapa hari kemudian, pasukan Belanda yang melakukan pembersihan daerah pertempuran menemukan Agus bersimbah darah.

Agus kemudian dibawa ke Kamp Militer Belanda. Di Kamp tersebut, Agus mengalami penyiksaan yang cukup berat. Agus diinterogasi agar memberitahu kapan TNI akan menyerang Papua.

Bahkan, di tengah interogasi luka tembak di kakinya ditusuk bayonet agar Agus mau membocorkan lokasi pasukannya. Namun, Agus bergeming dan memegang prinsip tidak mau membocorkan informasi.

“Lebih baik mati daripada membocorkan rahasia negara,” kenang Agus.

Siksaan demi siksaan dialami Agus, hingga membuat kaki kirinya yang hancur karena tertembak peluru yang masih bersarang membusuk hingga muncul belatung.

Saat itu, tentara Belanda memutuskan untuk mengamputasi atau memotong kaki kirinya Agus. Tindakan ini membuat Agus kehilangan sebagian kaki kirinya dan cacat selama-lamanya.

Upaya TNI merebut Papua dari tangan Belanda membuahkan hasil. Belanda akhirnya mengakui kedaulatan Indonesia dan menyerahkan wilayah tersebut kepangkuan Ibu Pertiwi.

Agus kemudian diterbangkan kembali ke Jakarta untuk menjalani perawatan medis RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat. Karena jasa-jasanya kepada negara, Presiden ke-2 RI Soeharto menganugerahi Agus sebuah medali "Bintang Sakti" pada 1987.

Sebuah penghargaan kepada mereka yang yang menunjukkan keberanian dan ketabahan tekad melampaui dan melebihi panggilan kewajiban dalam pelaksanaan tugas operasi militer.

(Nanda Aria)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement