KAPOLRI Jenderal Polisi Hoegeng Imam Santoso bercerita soal godaan dan tantangan yang sewaktu-waktu akan dihadapi pejabat penegak hukum, khususnya kepolisian.
Banyak pejabat yang kaya raya karena tidak tahan godaan suap, yang kemudian kata Hoegeng membuat pledoi kekayaan didapat karena persahabatan, pemberian cuma-cuma, sukarela dan semacamnya.
Saat menjabat Kapolri, Hoegeng mengaku digoda oleh wanita hingga mendapatkan kiriman barang-barang mewah. Hoegeng mengaku pernah digoda wanita cantik asal Makassar. Si cantik sedang terjerat kasus smokel (penyelundupan). Ia berharap perkaranya dideponir atau dihentikan penuntutan pidananya.
Si cantik terkenal memiliki banyak relasi di kepolisian, ketentaraan dan kejaksaan agung. Karenanya begitu kesandung masalah hukum, beberapa relasinya lantas menghadap Hoegeng.
Pada waktu itu, ia tengah mempelajari kasus, Hoegeng tiba-tiba mendapat telepon dari Mery, istrinya. Dikatakan bahwa ada tamu yang datang ke rumah dan meninggalkan banyak hadiah.
Si tamu juga meninggalkan alamat. Melalui saluran telepon Hoegeng meminta istrinya untuk tidak menyentuh hadiah itu sebelum dirinya pulang. “Tunggu sampai saya pulang, saya kepingin tahu hadiah apa!”.
Hadiah berada dalam sebuah peti besar. Saat dibuka, Hoegeng melihat isinya peralatan mesin cuci listrik, alat-alat elektronik, bahan-bahan pakaian mahal dan banyak lagi.