JAKARTA - Sebanyak 20 pekerja migran Indonesia (PMI) korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Myanmar berhasil dipulangkan ke Tanah Air. Mereka tidak percaya bisa kembali berkumpul bersama keluarga setelah mengalami berbagai penyiksaan selama bekerja di Myanmar.
Salah satu WNI korban TPPO di Myanmar, Panji, menceritakan masa-masa suramnya dalam tayangan Official INews.
Dalam wawancara dengan Host, Panji bahkan tidak menyangka bisa berkumpul dengan keluarga lagi.
"Senang. Masih enggak nyangka gitu, kita 20 orang bisa diselamatkan. Ya benar, kita bisa selamat sekarang. Senangnya, aduh enggak bisa diungkapkan," kata Panji, dikutip pada Senin (26/6/2023).
"Kita ber-20 orang sudah bisa pulang ke rumah masing-masing. Sepi, biasa bareng-bareng. Sedih juga sih tadi, kita pada perpisahan. Sudah terbangun solidaritas di sana. Bersama-sama, sampai selamat," ujarnya.
Harapan Panji untuk bisa pulang sempat sedikit sirna. Pasalnya, ada beberapa temannya sudah dijual ke perusahaan lain.
"Kita sudah kepikiran 'kita dijual, enggak bisa pulang lagi.' Karena kita terakhir tuh diancam, 20 orang ini akan dijual. Karena 4 orang pertama sudah dijual. Kaya Yogi, Hendri, Candra sama Anwar. Dijual ke company lain, pindah," tuturnya.
Siksaan seakan-akan menjadi menu harian bagi Panji dan kawan-kawannya selama berada di sana. Kondisi tersebut semakin parah saat video mereka viral hingga akhirnya mendapat perhatian serius dari pemerintah.
"Yang merekam, itu idenya April. Karena kan koordinator semua, yang ngurus tuh April. Jadi dia meminta ke kita, 'siap kita pengen video untuk dikirim ke Indonesia biar viral, tanpa diblur muka kita.' Kita semua, 20 orang mau. Demi kita pulang," kata Panji.
Setelah video itu viral, siksaan kembali diterima mereka. Leri, adalah PMI yang paling banyak mendapat siksaan lantaran dianggap bertanggung jawab atas beredarnya video itu.
"Karena tahu yang buat video, yang merekam video kan Leri sama April. Leri ini yang mengaku ke manajer kita," kata PMI lainnya, Rivaldi.
Namun, siksaan-siksaan itu tidak membuat mereka menyerah. Panji, Rivaldi, dan kawan-kawannya tetap berusaha mencari cara agar bisa selamat.