Senada dengan itu, Direktur Program Maarif Institute, Moh Shofan, mengatakan literasi keagamaan yang rendah berpotensi menimbulkan kesalahpahaman. Di sisi lain, perlu dibangun ruang-ruang perjumpaan baik kultural maupun lintas agama untuk membangun saling pemahaman.
Sementara itu, Staf Ahli Mendikbudristek Bidang Hubungan Kelembagaan dan Masyarakat, Muhammad Adlin Sila, dan Peneliti, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Dr. Ahmad Najib Burhani, menyampaikan gagasan untuk membangun landasan kehidupan antar umat beragama, salah satunya menerapkan Profil Pelajar Pancasila dalam Kurikulum Merdeka.
(Fahmi Firdaus )